
Program Pendidikan Dokter Spesialis Hadir di Unpatti, Rektor Harap Perhatian Pemerintah
ZonaInfo.id, Ambon – Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, berharap perhatian lebih dari pemerintah, khususnya dalam pembiayaan pendidikan dokter spesialis dan penyediaan fasilitas kesehatan pendukung.
Rektor menyampaikan hal ini dalam sambutannya pada peluncuran Program Studi Baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Selasa (10/2/2026), di Aula Fakultas Kedokteran.
Peluncuran ditandai dengan pemukulan tifa oleh Rektor dan Sekda Maluku, Sadali Ie, yang didampingi Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D, dan Plt. Direktur RSUD dr. M. Haulussy Ambon.
PPDS yang dibuka untuk Ilmu Bedah, Obstetri dan Ginekologi, serta Ilmu Penyakit Dalam.
Rektor dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya program tersebut setelah melalui proses panjang sejak tahun 2003.
Ia menjelaskan pendirian Fakultas Kedokteran Unpatti dimulai sejak awal 2000-an, hingga akhirnya resmi berdiri pada tahun 2008 dan terus berkembang, termasuk dibukanya Program Studi Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi pada tahun sebelumnya.
“Tahun 2026 ini menjadi momen bersejarah bagi Universitas Pattimura. Fakultas Kedokteran kembali dipercaya untuk membuka program pendidikan dokter spesialis untuk tiga program studi,” ujarnya.
Rektor mengatakan pengembangan pendidikan kedokteran membutuhkan kerja keras, dukungan anggaran, serta sinergi berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah.
Ia mengakui sejak awal pendirian fakultas, dukungan anggaran dari pemerintah daerah masih terbatas, meskipun kebutuhan ideal mencapai sekitar Rp8 miliar per tahun.
“Pada awalnya kita hanya mampu memperoleh sekitar Rp2,4 miliar. Saat ini, dengan dibukanya PPDS, tentu kebutuhan anggaran semakin besar,” ujar Rektor.
Karena itu, Rektor berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, khususnya dalam pembiayaan pendidikan dokter spesialis dan penyediaan fasilitas kesehatan pendukung.
“Kami berharap ada dukungan nyata bagi pengembangan tenaga kesehatan, baik dari sisi pembiayaan pendidikan maupun sarana prasarana,” tandasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan dalam membangun fasilitas pendukung yang memadai demi menghasilkan lulusan berkualitas.
“Kami berharap pemerintah daerah dan pusat dapat memberi perhatian, terutama dalam pembiayaan pendidikan spesialis serta pengembangan sarana dan prasarana agar kualitas lulusan dapat terjamin,” ujarnya.
Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang selama ini menjadi perguruan tinggi pendamping dalam pengembangan sumber daya dan peningkatan kualitas tenaga pendidik PPDS di Unpatti.
Sementara itu, Gubernur Maluku melalui sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Sadali Ie, menyampaikan apresiasi atas komitmen Unpatti dalam mengembangkan pendidikan dokter spesialis di Maluku.
Ia menegaskan tantangan pembangunan kesehatan di Maluku cukup berat, mengingat kondisi geografis wilayah kepulauan serta keterbatasan akses pelayanan kesehatan.
“Pemerintah Provinsi Maluku terus mendukung pengembangan pendidikan kedokteran dan peningkatan layanan kesehatan melalui kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan,” ujarnya.
Ia mengharapkan program PPDS ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Maluku.
“Semoga program ini menjadi bagian penting dalam pemerataan layanan kesehatan dan kemajuan dunia pendidikan di Provinsi Maluku,” harapnya.
Dengan diluncurkannya program ini, Unpatti diharapkan mampu mencetak lebih banyak dokter spesialis yang kompeten dan siap mengabdi di wilayah Maluku, khususnya di daerah-daerah terpencil dan kepulauan.
Hadir dalam acara ini, Forkopimda Provinsi Maluku, para Wakil Rektor Unpatti, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Sekkot Ambon, Robby Sapulette, para Bupati, Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia, Ketua Asosiasi Program Studi Penyelenggara Pendidikan Spesialis (APSP2S) Ilmu Bedah, Ketua Asosiasi Program Studi Penyelenggara Pendidikan Spesialis (APSP2S) Obstetri dan Ginekologi, Ketua Asosiasi Program Studi Penyelenggara Pendidikan Spesialis (APSP2S) Ilmu Penyakit Dalam, Ketua Kolegium Ilmu Bedah, Ketua Kolegium Obstetri dan Ginekologi, Ketua Kolegium Ilmu Penyakit Dalam, Direktur Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAMPT-Kes). (ZI-21)
