Ragam

Fakultas Kedokteran Unpatti Lahirkan Lagi 71 Dokter Baru

ZonaInfo.id, Ambon – Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura kembali melahirkan 71 dokter baru.

Pengambilan Sumpah Dokter Ke-37 Periode Februari 2026 ini berlangsung, Kamis, (5/2/2026) di Gedung Islamic Center Ambon.

Wakil Rektor Unpatti Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat Dan Alumni Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd dalam sambutannya mengatakan momentum ini tidak semata-mata merupakan prosesi seremonial, melainkan sebuah pernyataan komitmen moral, etis, dan tanggung jawab profesional yang melekat sepanjang perjalanan pengabdian sebagai insan medis.

“Sumpah yang diikrarkan pada kesempatan ini menjadi wujud pertanggungjawaban kepada Tuhan, profesi kedokteran, serta kemanusiaan,” ujarnya.

Kubangun mengatakan keunggulan akademik harus berjalan seiring dengan integritas, empati, dan kepekaan sosial. Seorang dokter tidak hanya dituntut memiliki kompetensi ilmiah yang memadai, tetapi juga kemampuan untuk menghadirkan rasa aman, menumbuhkan harapan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelayanan kepada pasien.

Ia melanjutkan, pengabdian sebagai dokter di wilayah kepulauan merupakan tantangan yang tidak mudah, namun di sanalah nilai-nilai luhur profesi kedokteran memperoleh makna yang paling esensial. Kehadiran dokter di pulau-pulau terluar dan terpencil dipandang sebagai representasi harapan, penopang keberlangsungan kehidupan, serta bentuk nyata pengabdian kepada negara dan masyarakat.

Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, S.Sos. dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran dokter sebagai garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Maluku yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan berbagai keterbatasan akses layanan kesehatan.

Ia mengatakan tantangan pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku tidaklah ringan. Kondisi geografis kepulauan, keterbatasan sarana dan prasarana, serta kesenjangan layanan kesehatan antarwilayah menuntut kehadiran dokter-dokter yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh, berempati, serta memiliki jiwa pengabdian yang tinggi.

Vanath berharap para dokter baru lulusan Universitas Pattimura mampu menjadi agen perubahan dan hadir langsung di tengah masyarakat, tidak hanya di ruang praktik dan rumah sakit, tetapi juga memahami kearifan lokal serta membangun kepercayaan dan harapan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D menegaskan momen ini tidak hanya bermakna bagi Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, tetapi juga memiliki arti strategis bagi pembangunan kesehatan di Maluku.

Noya menyampaikan apresiasi atas capaian akademik para lulusan, khususnya tingkat kelulusan first taker Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang mencapai 90 persen, dengan 44 dari 49 peserta dinyatakan lulus dalam satu kali ujian nasional.

“Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mutu pendidikan kedokteran di Universitas Pattimura telah sejajar dengan institusi pendidikan kedokteran terkemuka lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Noya juga menyampaikan informasi terkait pengembangan pendidikan spesialis. Pada 10 Februari 2026, Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura akan meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk tiga program studi, yakni Ilmu Bedah, Obstetri dan Ginekologi, serta Ilmu Penyakit Dalam. Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret untuk menjawab keterbatasan distribusi dokter spesialis di wilayah kepulauan Maluku.

Lebih lanjut, Noya menekankan pentingnya dukungan Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten Kota dalam memastikan keberlanjutan program pendidikan dan penguatan sistem layanan kesehatan.

Ia berpesan kepada para dokter baru agar senantiasa menjunjung tinggi sumpah profesi sebagai komitmen suci kepada Tuhan dan kemanusiaan.

Turut hadir dalam acara ini, Pemkot Ambon, para kepala lembaga di lingkungan Universitas Pattimura, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Maluku, Ketua IDI Cabang Ambon, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Direktur RSUD Dr. M. Haulussy Ambon, para pimpinan rumah sakit jejaring, sivitas akademika dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, serta tamu undangan lainnya. (ZI-21)

Tinggalkan Balasan