
Unpatti Siapkan Pendirian Science Techno Park Energi Baru Terbarukan
ZonaInfo.id, Ambon – Universitas Pattimura melalui Fakultas Teknik menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Science Techno Park Energi Baru Terbarukan dan Transisi Energi”.
Kegiatan berlangsung, Kamis (13/11/2025) di Aula Rektorat Universitas Pattimura.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi akademik di bidang energi baru terbarukan, serta merumuskan strategi transisi energi yang berkelanjutan guna mendukung pengembangan Science Techno Park sebagai pusat keilmuan dan penerapan teknologi.
Rektor Universitas Pattimura Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd dalam sambutannya menjelaskan pendirian Science Techno Park Energi Baru Terbarukan merupakan bentuk komitmen Universitas Pattimura dalam menjembatani riset akademik dengan implementasi praktis.
Science Techno Park Energi Baru Terbarukan ini dirancang sebagai pusat hilirisasi teknologi, inkubasi inovasi, dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemanfaatan energi baru terbarukan.
Lebih dari sekadar laboratorium, Science Techno Park Energi Baru Terbarukan ini akan menjadi ekosistem inovasi yang mengintegrasikan sains, teknologi, ekonomi lokal, dan nilai sosial budaya masyarakat kepulauan.
“Science Techno Park Energi Baru Terbarukan Universitas Pattimura akan menjadi katalisator transformasi energi sekaligus pemberdayaan masyarakat dan pembangunan wilayah kepulauan secara berkelanjutan,” ujar Rektor.
Rektor juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung pendidikan berbasis proyek dan pengalaman nyata bagi mahasiswa.
Melalui integrasi Science Techno Park Energi Baru Terbarukan dalam kurikulum berdampak, mahasiswa diharapkan dapat terlibat langsung dalam pengembangan riset, validasi teknologi, hingga komersialisasi hasil inovasi.
Kegiatan FGD ini menjadi langkah awal penyusunan blueprint kawasan Science Techno Park Universitas Pattimura, yang akan mencakup desain kawasan, tata kelola, model bisnis, kurikulum, serta kemitraan strategis dengan pemerintah, industri, dan mitra internasional.
Rektor menegaskan semangat triple helix collaboration—sinergi antara pengetahuan, kebijakan, dan pasar—sebagai kunci keberhasilan pengembangan Science Techno Park di Universitas Pattimura.
“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, saya menyatakan kegiatan Focus Group Discussion Science Techno Park Energi Baru Terbarukan dan Transisi Energi Universitas Pattimura Tahun 2025 secara resmi dibuka,” tandasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Universitas Pattimura sebagai World Class University yang berakar di timur Indonesia, sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan energi berkelanjutan di tingkat nasional dan global.
Di kesempatan yang sama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Maluku, Kasrul Selang, S.T, M.T dalam sambutannya mewakili Gubernur menjelaskan pertumbuhan ekonomi Maluku pada kuartal ketiga tahun ini menunjukkan tren positif.
Meskipun kenaikannya belum signifikan, arah pertumbuhan ekonomi terus membaik. “Ada yang bilang ekonomi menurun, itu tidak benar. Pertumbuhan ekonomi kita justru mulai naik, meskipun perlahan,” tandasnya.
Menurutnya, berbagai kegiatan akademik dan kolaboratif seperti FGD ini turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi daerah.
Ia menekankan sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) menjadi salah satu pendorong utama ekonomi Maluku, di samping sektor pertanian, kehutanan, dan belanja pemerintah.
Lebih lanjut, Kasrul menguraikan Maluku memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar, mencapai lebih dari 3.000 megawatt. Namun, hingga saat ini baru sekitar 0,1 persen atau sekitar 2 megawatt yang berhasil dimanfaatkan.
Ia mencontohkan salah satu proyek strategis yang sedang dikembangkan, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Bendungan Waiyaku, Pulau Buru, dengan kapasitas sekitar 10 megawatt yang ditargetkan beroperasi pada tahun mendatang.
Kasrul menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam mendorong transisi energi hijau di Maluku. “Dengan potensi besar yang kita miliki, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar energi terbarukan benar-benar menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat Maluku,” ujarnya.
Kegiatan tersebut ditandai dengan pemberian plakat oleh Rektor Universitas Pattimura kepada Para narasumber dan dalianjutkan dengan pemberian materi oleh Koordinator Investasi dan Kerjasama Panas Bumi Mustika Dalimantoro, S.T., M.Si, General Manager PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara Noer Soeratmoko, Direktur Riset dan Inovasi Berdampak (DIRBT) Prof. Chairul Hudaya, Ph.d. (ZI-21)
