
Wali Kota Harap Festival Nieuw Victoria Jadi Agenda Tahunan
ZonaInfo.id, Ambon – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena mengharapkan Festival Nieuw Victoria menjadi agenda tahunan untuk memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota, kami mengucapkan terima kasih, kepada Balai Pelestarian Kebudayaan, yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dan kita akan bekerja bersama supaya dia bisa berlangsung secara rutin setiap tahun di Kota Ambon,” ujar Wali Kota dalam sambutannya saat penutupan Festival Nieuw Victoria, Sabtu (19/10/2025) malam di Lapangan Merdeka.
Hadir Wakil Wali Kota, Ely Toisutta, Sekkot, Robby Sapulette, Forkopimda Kota, dan pimpinan OPD.
Wali Kota mengungkapkan, satu warisan yang membanggakan Kota Ambon adalah Benteng Victoria. Festival ini juga memiliki makna penting bagi sejarah dan identitas budaya di Kota Ambon
“Festival ini merekam banyak jejak leluhur tentang sejarah perkembangan Kota Ambon, tetapi kita juga punya warisan yang membanggakan kita yaitu pengakuan UNESCO bagi budaya Kota Ambon, sebagai Ambon City Of Music (ACOM),” tandasnya.
Ia mengatakan perpaduan antara sejarah, seni, budaya, dan musik yang ditampilkan selama festival merupakan cerminan kekayaan identitas Ambon sebagai kota budaya dan musik dunia.
“Mari kita berdoa supaya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati kota ini dan seluruh warganya, agar kita tetap hidup dalam semangat kebersamaan antar orang basudara di Kota Ambon Manise,” ajaknya.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudin dalam sambutannya mengatakan, Festival ini bukan sekedar perayaan budaya, tetapi merupakan ruang ingatan kolektif, expresi, dan afirmasi bahwa sejarah, keberagaman, dan kesatuan bukanlah hal yang saling bertentangan melainkan memperkuat dan melengkapi.
Ia menandaskan Benteng Victoria sebagai saksi bisa dari dinamika sejarah di Indonesia Timur, menjadi simbol penting bahwa Kota Ambon pernah melewati masa-masa kelam.
“Ini menunjukkan bahwa kita mampu bangkit, membangun, dan hidup berdampingan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Wahyudi.
Ia menjelaskan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara bukan hanya pondasi hukum dan politik, tetapi juga roh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Tugas utama BPIP adalah memastikan nilai-nilai luhur Pancasila terus hidup, dibumikan dalam kebijakan publik, dipraktikkan dalam kehidupan sosial, dan ditanamkan pada generasi muda,” tandasnya.
Wahyudi mengungkapkan Festival Benteng Victoria menjadi sarana implementasi ideologi secara kontekstual, terutama di Ambon yang memiliki tradisi luhur pela gandong, ikatan persaudaraan lintas agama, suku, dan asal-usul untuk menciptakan kebersamaan.
“Dalam musik dan tarian yang menyatukan, jejak sejarah tidak disembunyikan, tetapi dirawat untuk dijadikan pelajaran,” ujarnya.
Ia menegaskan kehadiran BPIP di daerah merupakan bagian dari komitmen melaksanakan program Presiden dan Wakil Presiden RI sebagaimana tertuang dalam Asta Cita, khususnya pengokohan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.
“Kami mendukung penuh kegiatan daerah seperti Festival Benteng Victoria sebagai bagian dari strategi besar membangun karakter bangsa. Pembangunan fisik tanpa jati diri akan rapuh, dan jati diri kita adalah Pancasila,” tandasnya.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX Dody Wiranto selaku ketua panitia pelaksana menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan festival serta apresiasi kepada masyarakat Maluku yang telah menerima peserta dan pengisi acara dengan hangat.
“Semoga acara ini menjadi berkat bagi masyarakat Maluku, dan semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya yang mempersatukan kita,” ujarnya.
Usai sesi penyampaian sambutan, Wali Kota bersama Kepala BPIP dan Ketua BPK Wilayah XX menutup festival Nieuw Victoria dengan pemukulan tifa.
Meskipun hujan deras, namun tak menyurutkan semangat ribuan masyarakat Kota Ambon memadati lapangan Merdeka.
Mereka berjoget dan bergembira bersama artis lokal seperi JP Band, Coo Project ft. Rexy, dan Toton Caribo.
Pameran kebudayaan dengan 15 stand dari BPK seluruh Indonesia, permainan tradisional seperti giji-giji, Bazar UMKM yang melibatkan 34 pelaku usaha lokal, serta pagelaran Budaya oleh 10 komunitas binaan BPK Wilayah XX menjadi bagian dari Festival Nieuw Victoria. (ZI-21)
