Dusun Karanjang Raih Trofi Utama Proklim, Penjabat Wali Kota Apresiasi

ZonaInfo.id, Ambon – Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena memberikan apresiasi kepada Dusun Karanjang, Desa Wayame yang meraih Trofi Utama Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

“Kita patut bersyukur dan memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok program yang menerima trofi utama sertifikat utama dan sertifikat madya di hari ini,” kata Wattimena dalam sambutannya, Jumat (4/11/2022).

Wattimena menjelaskan tujuan dibentuk kampung iklim untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta penurunan emisi gas rumah kaca.

Selain itu Proklim adalah sebuah pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Baik provinsi dan kota kita harus memainkan peran sebagai pengambil kebijakan dan fasilitator guna mendorong peran masyarakat untuk terlibat dalam keberlanjutan Program Kampung Iklim,” ucap Wattimena.

Lanjutnya, besar harapan hal ini akan menjadi pemacu dalam upaya melakukan aksi adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

Selain menjadi pemicu bagi kelompok itu sendiri, tapi juga memberikan rangsangan bagi terciptanya kelompok-kelompok program baik di negeri, desa, kelurahan maupun kelompok lain yang ada di luar wilayah negeri, desa dan kelurahan.

Saat ini Kota Ambon sudah mempunyai 22 kelompok Proklim yang tersebar di 5 kecamatan.

Sebanyak 11 kelompok diantaranya masing-masing 1 kelompok menerima trofi utama yaitu kelompok Dusun Karanjang, Desa Wayame, 9 kelompok mendapatkan predikat sertifikat utama dan 2 kelompok mendapatkan predikat sertifikat madya.

“Penghargaan berupa trofi dan sertifikat adalah bonus serta pengakuan atas apa yang sudah dikerjakan oleh para pejuang program,” ujar Wattimena.

Namun yang menjadi pertanyaan apakah target hanya untuk mendapatkan juara atau trofi dan sertifikat? Menurutnya, tentulah tidak karena tujuan sesungguhnya adalah bagaimana melihat keberlanjutan Proklim ini bagi kelompok yang sudah mendapatkan trofi dan sertifikat dengan melakukan berbagai aksi adaptasi dan mitigasi sebagai upaya menurunkan kerentanan masyarakat di dusun atau setingkat rukun warga, dimana diharapkan dapat ditularkan hingga tingkat desa, negeri dan kelurahan.

Kepada pemenang Proklim terutama Dusun Karanjang yang mendapatkan trofi utama, maupun kepala dusun dan kades, Wattimena meminta untuk terus bekerja keras.

Ia berharap dua tahun ke depan Dusun Karanjang dapat meraih trofi Lestari.

“Semoga kerja sama dapat meraih trofi Lestari untuk 2 tahun ke depan,” pungkasnya. (ZI-10)

%d blogger menyukai ini: