IPPMAP Bakal Tolak Pemulangan Warga Kariu, Ini Tanggapan DPRD Maluku

ZonaInfo.id, Ambon – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pelauw (IPPMAP) berencana melakukan aksi demo secara serentak di beberapa daerah untuk menolak pemulangan masyarakat Kariu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah ke Negeri mereka.

Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra mengatakan, Komisi I akan kembali memediasi persoalan tersebut.

“Kami akan tetap membijaki persoalan tersebut,” katanya kepada wartawan, Kamis (20/10/2022).

Menurut Amir, Komisi I akan memantau rencana aksi IPPMAP tersebut.

“Kami akan tetap merespons apa yang dilakukan IPPMAP terkait dengan apa yang nantinya mereka sampaikan, akan kami pantau terus,” ujarnya.

Amir mengatakan Komisi I ingin agar masalah Kariu dan Pelauw tuntas. Karena itu, Komisi I akan menyikapi aspirasi dari kedua negeri.

“Jadi kami ingin proses ini bisa diselesaikan secara tuntas, kita akan menerima respon dari kedua belah pihak,” tandasnya.

Amir mengungkapkan Komisi I sudah untuk mengundang penjabat Bupati Maluku Tengah untuk membahas masalah ini.

“Kita sudah undang, hanya saja penjabat Bupati saat itu sedang melakukan kunjungan di luar daerah,” ujarnya.

Soal relokasi tempat tinggal warga Kariu, kata Amir nantinya akan dibicarakan kembali.

“Kita akan bicarakan dengan pihak terkait, kedua belah pihak, dan juga pihak keamanan,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Umum IPPMAP, Mohamat Syarif Tuasikal mengatakan, aksi demo rencananya digelar secara serentak di beberapa tempat, seperti di Negeri Pelauw, Kota Ambon, Kota Masohi dan Kota Jakarta pada tanggal 22 Desember 2022 mendatang.

“IPPMAP akan memobilisasi warga untuk menggelar aksi turun ke jalan. Aksi akan dilakukan secara intens hingga pemerintah betul-betul membatalkan mengembalikan warga Kariu, dan mau melaksanakan opsi relokasi,” ujarnya.

Tuasikal mengatakan pihaknya sangat mendukung upaya penyelesaian konflik, tetapi bukan dengan mengembalikan warga Kariu ke tempat tinggal mereka sebelumnya.

“Kami tegas menolak mereka kembali, dan kami tawarkan solusi relokasi ke Pulau Seram. Silakan pemerintah mempertimbangkan itu. Bila Pemda tidak menggubris usulan kami, maka kami siap menggelar aksi besar-besaran,” tegas Tuasikal. (ZI-10)

%d blogger menyukai ini: